kisah kasih di Penjara Suci

Dalam rentang perjalanan panjang pesantren tetap selalu eksis menjalankan misi dakwah islamiyah melalui pembelajaran keagamaan dan penempaan moral santri. lika dan liku hidup para pencari ilmu di bui suci ini bervariasi penuh suka dan duka. unik dan menarik. Jika Marshanda mengatakan bahwa kisah yang paling indah di sekolah, lain halnya dengan para santri yang mengatakan bahwa kisah terindah yang tercipta adalah di pesantren.
Ada hal menarik di balik jeruji mistik kisah di pesantren yakni dengan adanya perjalanan kisah cinta antara santri putra dan santri putri. namun bukan berarti bahwa santri putra dan putrid bebas bergaul, akan tetapi sisi inilah yang menjadi hal yang sangat menarik bila dikuak. betapapun kerasnya larangan untuk tidak berhubungan antara dua jenis insan penghuni penjara suci ini, namun hal itu sangatlah manusiawi dan wajar bila ini terjadi bagi manusia normal.
Perjalanan cinta kasih antara santri putra dan santri putri ini berlangsung dengan berkirim puisi-puisi indah lewat oretan pena dengan secarik kertas, atau saling mengisi diare yang intinya sama-sama mengungkapkan isi hati mereka. ada rasa bangga tersendiri ketika sedang menjalani hubungan ini. santri putra yang menambatkan hatinya pada sang bidadari pujaannya akan cenderung puitis dengan sajak-sajak yang terlantun sehingga membuat sang putri juga akan merasakan bahwa dirinyalah yang paling beruntung di dunia. ada banyak cara untuk menyampaikan surat atau diare yang telah diisi; ada dengan cara menitipkannya pada abdi dalem (pembantu pengasuh), ada yang lewat santri putrid lain yang kebetulan bertemu di jalan, dan ada pula yang mencoba mengirimkannya lewat aliran air pada pralon pompa yang sebelumnya sudah dibungkus dengan plastik.
Ketika hasrat untuk menyampaikan isi hati lewat surat atau diare tak tersampaikan, ada cara unik dan sungguh apresiatif dilakukan, yaitu dengan mengirimkan nawala-nawala indah atau kidung malam yang biasa dibawakan oleh penyiar-penyiar radio dengan mengharapkan ada santri putrid yang mendengarkan radio dan menyampaikannya pada sang pujaan hati lebih-lebih jika si putrid impiannya juga ikut mendengarkan senandung sang kekasih. hanya bermodalkan Rp 1000 yang dimasukkan ke dalam amplop, nawalapun sudah bisa diudarakan.
Tak jarang kisah percintaan di pesantren ini berlanjut sampai ke pelaminan dan tak sedikit pula yang hanya berhenti di tengah jalan. cinta kasih yang terbina dengan penuh kejujuran dan niat yang tulus serta restu orang tua cenderung berbuah restu sang pengasuh pesantren. namun beberapa santri menjalaninya dengan penuh rasa takut karena ketidak jujuran mereka serta tidak adanya niat tulus ikhlas untuk melangsungkannya sampai ke jenjang pernikahan menyebabkan kisah kasih yang mereka bina putus.
Sesungguhnya tidak satupun pengasuh yang akan membiarkan santinya menderita penyakit bathin dengan tidak tersampaikannya perasaan cinta yang terpendam di hati mereka. namun karena rasa takut yang teramat sehingga jalan tidak jujurpun dijalaninya. Padahal jika sang sang santri mau untuk berterus terang dengan hasrat yang sedang dirasakannya sang kiaipun akan legowo untuk membantu menyatukannya. Yakinlah bahwa segala yang dijalani dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.semoga.!

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s